Bantul (MTsN 4 Bantul) – MTsN 4 Bantul menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 6, 7, dan 9 Januari 2026, bertempat di Joglo Yoso, Bantul.
Workshop diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 4 Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman konsep Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus memperkuat penerapannya dalam proses pembelajaran di madrasah.
Dalam kegiatan tersebut, MTsN 4 Bantul menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang pendidikan, yaitu Dra. Ida Uswatun Khasanah, Etyk Nurhayati, serta Miftakhul Bahri selaku Pengawas Madrasah. Para narasumber menyampaikan materi terkait landasan filosofis Kurikulum Berbasis Cinta, strategi implementasi dalam pembelajaran, serta penguatan nilai-nilai kasih sayang, empati, toleransi, dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, S.Pd.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menciptakan iklim pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik.
“Melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran, sehingga madrasah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang ramah bagi peserta didik,” ungkapnya.
Selama workshop berlangsung, peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa pemaparan materi, diskusi, refleksi, serta praktik penyusunan perangkat pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal nyata bagi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya workshop ini, MTsN 4 Bantul meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan membangun budaya madrasah yang religius, humanis, dan berkarakter.(khj)