Bantul (MTsN 4 Bantul) – Guru MTsN 4 Bantul turut berpartisipasi dalam kegiatan Webinar Optimalisasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan secara daring. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Buku Saku Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, sebuah panduan praktis yang diharapkan dapat membantu tenaga pendidik, peserta didik, dan seluruh warga sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Webinar ini menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, serta praktisi pendidikan yang menekankan pentingnya peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap satuan pendidikan. Melalui pembekalan ini, para guru diharapkan mampu mengoptimalkan peran TPPK dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan langkah-langkah preventif agar kasus kekerasan di sekolah dapat diminimalisasi bahkan dicegah sejak dini.
Guru MTsN 4 Bantul yang mengikuti kegiatan menyambut positif terselenggaranya webinar ini. Menurut mereka, kehadiran Buku Saku Pencegahan dan Penanganan Kekerasan akan menjadi panduan praktis yang aplikatif di madrasah. Buku tersebut berisi alur penanganan, langkah preventif, serta mekanisme pelaporan yang jelas dan mudah dipahami.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi guru dalam kegiatan tersebut. “Madrasah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik. Dengan adanya TPPK yang lebih optimal dan panduan berupa buku saku, semoga MTsN 4 Bantul semakin siap menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, ramah anak, serta terbebas dari praktik kekerasan dalam bentuk apapun,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru MTsN 4 Bantul dapat menerapkan ilmu yang diperoleh serta berkolaborasi dengan seluruh warga madrasah untuk memperkuat komitmen dalam mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan pendidikan.(khj)