SIP (Sistem Informai Pelayanan) MANTUL

BRUS MTsN 4 Bantul Bekali Siswa Hadapi Tantangan Remaja di Era Digital
BRUS MTsN 4 Bantul Bekali Siswa Hadapi Tantangan Remaja di Era Digital
Diterbitkan : Sun, 31 May 2026
Penulis : admin1
brus-5

Bantul (MTsN 4 Bantul)– MTsN 4 Bantul menyelenggarakan kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) pada Jumat (29/05/2026) pukul 07.30–10.00 WIB bertempat di Masjid Baitul ‘Ilmi MTsN 4 Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII sebagai upaya memberikan pembinaan karakter serta penguatan ketahanan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.

Hadir sebagai narasumber Achmad Rois Wizda, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Bantul. Dalam paparannya, ia mengajak para siswa untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini serta pentingnya membangun karakter yang kuat berdasarkan nilai-nilai agama dan budaya bangsa.

Pada sesi materi, Achmad Rois Wizda menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan jati diri. Oleh karena itu, para pelajar perlu memiliki bekal pengetahuan dan sikap yang tepat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai perilaku negatif.

Salah satu tantangan yang disoroti adalah pernikahan dini. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan yang berlaku, usia minimal pernikahan adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. Pernikahan yang dilangsungkan di bawah usia tersebut termasuk kategori pernikahan dini yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun kesiapan psikologis pasangan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba dan psikotropika. Menurutnya, remaja saat ini sangat mudah menerima berbagai informasi yang viral melalui media sosial sehingga perlu memiliki kemampuan menyaring informasi dan pengaruh yang diterima. Remaja harus berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba karena dapat merusak kesehatan, masa depan, dan cita-cita.

Tantangan lain yang dibahas adalah tawuran, kekerasan, dan bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan remaja. Narasumber menegaskan bahwa perilaku tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama. Siswa diajak untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menyelesaikan permasalahan melalui dialog dan musyawarah.

Dalam kesempatan tersebut, Achmad Rois Wizda juga mengingatkan tentang dampak paparan digital yang semakin besar dalam kehidupan remaja. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan berbagai risiko apabila tidak digunakan secara bijaksana. Oleh karena itu, siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif.

Lebih lanjut, narasumber mengenalkan konsep Navigasi Dunia Remaja yang menjadi bekal dalam menghadapi perubahan zaman. Beberapa fenomena yang perlu diwaspadai antara lain The FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut tertinggal tren dan informasi, serta kecemasan berlebihan yang sering muncul akibat tekanan sosial maupun penggunaan media digital secara berlebihan. Remaja perlu membangun kemampuan mengelola emosi, berpikir positif, dan memiliki lingkungan pergaulan yang sehat.

Sebagai langkah nyata yang dapat dilakukan bersama, peserta diajak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja melalui tiga hal sederhana namun bermakna, yaitu menciptakan ruang yang bahagia, membiasakan berbuat dan berkata baik, serta mencintai dan menghargai diri sendiri. Ketiga hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kesehatan mental dan karakter positif pada remaja.

Kegiatan BRUS semakin menarik dengan pemutaran film edukatif yang mengangkat nilai-nilai kerja sama, gotong royong, dan kepedulian sosial. Melalui tayangan tersebut, siswa diajak memahami pentingnya saling membantu, menghargai peran orang lain, serta membangun kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, menyampaikan bahwa kegiatan BRUS merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta didik memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan hidup yang bermanfaat untuk menghadapi masa remaja secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab. Madrasah akan terus menghadirkan program-program pembinaan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti sesi materi, diskusi, serta refleksi yang disampaikan narasumber. Melalui BRUS, MTsN 4 Bantul berharap dapat terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ETU)

Berita

Artikel Lainnya

Rakor PIP MTsN 4...
Bantul (MTsN 4 Bantul) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Bantul melaksanakan rapat koordinasi terkait Program Indonesia Pintar (PIP)...
Mon, 29 June 2026 | 8:56
MTsN 4 Bantul Gelar...
Bantul (MTsN 4 Bantul) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Bantul melaksanakan rapat koordinasi terkait Program Indonesia Pintar (PIP)...
Mon, 29 June 2026 | 8:53
MTsN 4 Bantul Gelar...
Bantul (MTsN 4 Bantul) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Bantul melaksanakan rapat koordinasi terkait Program Indonesia Pintar (PIP)...
Mon, 29 June 2026 | 8:49
Kepala MTsN 4 Bantul...
Bantul (MTsN 4 Bantul) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Bantul melaksanakan rapat koordinasi terkait Program Indonesia Pintar (PIP)...
Mon, 29 June 2026 | 8:45