Bantul (MTsN 4 Bantul) — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-48 MTsN 4 Bantul yang ditandai dengan kegiatan khotmil Qur’an dan tasyakuran, Senin (16/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini menjadi momentum refleksi sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut sejak berdiri pada 16 Maret 1978.
Acara diawali dengan semaan Al-Qur’an, dengan pembacaan Juz 30 oleh Aan Ainun Najah yang disimak oleh para pendidik dan tenaga kependidikan. Kekhusyukan terasa saat lantunan ayat suci menggema, mengawali rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pengawas Madrasah Miftachul Bahri, jajaran komite madrasah, serta seluruh civitas akademika MTsN 4 Bantul. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan sekaligus mempererat kebersamaan antar pemangku kepentingan madrasah.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan harlah ke-48. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam perkembangan madrasah.
“Keadaan madrasah saat ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu dan seluruh stakeholder. Kami memohon doa dan dukungan agar ke depan MTsN 4 Bantul semakin maju dan mampu bersaing dengan madrasah maupun sekolah lain di wilayah Bantul,” ujarnya.
Sementara itu, taushiyah dan doa khotmil Qur’an disampaikan oleh M. Firdaus Abdittawwab, pimpinan Majelis Ta’lim “Laku Kalatedho” sekaligus Khodimul Ma’had Annur Ngrukem. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya meningkatkan rasa syukur di tengah dinamika zaman.
“Syukur itu sederhana, yakni matur nuwun, namun harus selaras antara ucapan dan perbuatan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keilmuan, termasuk dalam mempelajari bahasa Arab sebagai sarana memahami kalam Allah. Selain itu, ia menekankan sikap tabayyun dalam menerima informasi serta pentingnya pendampingan guru dalam proses pembelajaran.
Acara ditutup dengan doa khotmil Qur’an dan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas berbagai nikmat, capaian, dan perjalanan panjang MTsN 4 Bantul. Momen ini menjadi penegas komitmen madrasah untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.