BANTUL – Empat guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) MTsN 4 Bantul mengikuti kegiatan kunjungan edukatif Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kabupaten Bantul ke Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY, Rabu (28/10/2026). Keempat guru tersebut adalah Sumarno, Wuryantini, Teguh Rahayu, dan Tri Widayati. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi guru dalam memahami ilmu kebumian, aktivitas gunung berapi, serta upaya mitigasi bencana geologi sebagai sumber pembelajaran IPS yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik.
Kunjungan pertama dilaksanakan di Departemen Teknik Geologi UGM. Rombongan MGMP IPS Kabupaten Bantul disambut oleh Ketua Departemen Teknik Geologi, Wahyu Wilopo, yang menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan profil departemen, termasuk penyelenggaraan program pendidikan kelas reguler dan internasional. Selanjutnya, Esti Handini memberikan pemaparan mengenai kondisi gunung berapi di Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 129 gunung api aktif. Dalam penjelasannya, peserta memperoleh pemahaman tentang dampak positif dan negatif aktivitas vulkanik. Di satu sisi, gunung berapi menghasilkan material alam yang bermanfaat bagi kehidupan manusia serta mendukung kesuburan tanah. Namun, di sisi lain, aktivitas vulkanik juga berpotensi menimbulkan bencana, kerusakan lingkungan, dan kerugian bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dari para ahli sehingga dapat memperkaya materi pembelajaran IPS, khususnya yang berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia, fenomena geosfer, potensi sumber daya alam, dan kebencanaan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di madrasah melalui contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
Keikutsertaan empat guru IPS MTsN 4 Bantul dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mengembangkan pembelajaran yang inovatif. Dengan bertambahnya wawasan dan pengalaman, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran IPS yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kesadaran menghadapi potensi bencana, serta sikap tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam.(tri)