Bantul ( MTsN 4 Bantul )- Pada Hari Rabu MTsN 4 Bantul menjadi tempat penguatan implementasi kegiatatan kokurikuler dimadarsah MTs (Madrasah Tsanawiyah) bertempat di Aula MTsN 4 Bantul. Kegiatan penguatan kokurikuler dihadiri oleh Anita Sudarmini Kepala Tim 1 Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Pengurus Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2M) Madrasah Tsanawiyah dan Wakil Kepala Urusan Kurikulum baik negeri maupun swasta dilingkungan Kantor Kenmenteerian Agama Kabupaten Bantul. Kokurikuler adalah kegiatan penunjang pelajaran di kelas untuk menguatkan karakter, pemahaman materi, serta melatih kreativitas dan kerja sama siswa. Jenis kegiatan kokurikuler penguatan titerasi dengan membuat peta konsep dari buku bacaan atau resensi buku agama dan umum seni dan kreativitas praktik seni rupa seperti membuat batik jumputan, ecoprint, atau kerajinan dari bahan daur ulang. Proyek keagamaan dan karakter seperti manasik haji, pesantren kilat, bakti sosial, atau character building camp. Kewargaan dan cinta tanah air Kunjungan edukasi ke museum lokal, pengenalan sejarah dan budaya setempat, serta peringatan hari besar nasional. Kesehatan lingkungan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan madrasah dan senam sehat bersama.
Kepala MTsN 4 Bantul Sugeng Muhari dalam sambutannya dan sekaligus selaku Ketua Kepala Madrasah (K2MTs) Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa belajar di madrasah tidak hanya sebatas duduk di dalam kelas, mendengarkan penjelasan guru, lalu mengerjakan ujian formal. Proses belajar yang sejati jauh lebih luas dari itu. Oleh karena itu, madrasah menyelenggarakan kegiatan penguatan kokurikuler untuk kelas 7 dan kelas 8. Kegiatan kokurikuler hadir sebagai jembatan penting. Tugasnya adalah memperkuat, memperdalam, dan menghayati materi pelajaran yang sudah kalian dapatkan di dalam kelas. Jika di jam pelajaran biasa kalian belajar secara teori, maka melalui kegiatan kokurikuler inilah saatnya kalian belajar secara kontekstual, praktis, dan bersentuhan langsung dengan realitas kehidupan. “Penguatan karakter akhlakul karimah sebagai kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan keluhuran budi pekerti dan kegiatan ini dirancang agar murid bisa belajar bekerja sama, saling menghormati, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab” pesan Sugeng Muhari menutup sambutannya.
Ketua Tim 1 Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Anita Sudarmini dalam sambutannya menyampaikan di era digital ini dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi dalam tim. Lewat proyek-proyek kokurikuler akan dipicu untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata yang ada di sekitar kita. Mencintai Nilai-Nilai Keislaman dan Keindonesiaan akan melahirkan generasi mufassir moderen yang moderat generasi yang cinta pada agamanya sekaligus taat dan cinta pada tanah airnya.
Ini fase awal untuk mulai membangun fondasi belajar yang kuat dan adaptif di jenjang tsanawiyah dan manfaatkan momen ini untuk mengeksplorasi potensi diri. Pengalaman di madrasah ini jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk semakin mematangkan kepemimpinan, kemandirian, dan ketajaman berpikir.”Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, waktu, dan pikiran yang telah dicurahkan dalam merancang program penguatan kokurikuler ini. Saya titipkan murid murid kepada Bapak dan Ibu Waka Kurikulum dan bimbinglah mereka dengan penuh kesabaran, asuhlah rasa ingin tahu mereka, dan jadilah fasilitator yang menginspirasi selama kegiatan ini berlangsung“ Anita Sudarmini menutup sambutannya. (ltf)