Bantul (MTsN 4 Bantul) – Guru Bahasa Inggris MTsN 4 Bantul mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris MTs se-Kabupaten Bantul pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Inggris MTs Kabupaten Bantul tersebut berlangsung secara tatap muka di MTsN 4 Bantul.
Kegiatan MGMP kali ini mengangkat tema Workshop Asesmen dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Workshop diikuti oleh guru Bahasa Inggris MTs di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional dan kualitas layanan pembelajaran bagi peserta didik.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa yang dipandu oleh MC, Muhammad Zen, S.Pd. Selanjutnya, Ketua MGMP Bahasa Inggris MTs Kabupaten Bantul, Syaekhul Fatah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan dan apresiasi atas kehadiran para peserta. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan penguatan kompetensi bagi guru Bahasa Inggris.
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Drs. Miftakhul Bakhri, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan guru dalam melayani peserta didik dengan berbagai tingkat kemampuan. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengakomodasi keberagaman tersebut.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai tiga pilar pembelajaran berdiferensiasi, yaitu konten, proses, dan produk. Selain itu, dibahas pula tiga jenis asesmen, yakni asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Guru diharapkan mampu mengetahui kemampuan yang telah dikuasai peserta didik, hal-hal yang masih perlu dikembangkan, serta langkah pembelajaran berikutnya.
Materi utama disampaikan oleh Suhadi, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan penguatan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris perlu mengembangkan enam elemen kemampuan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan.
Pemateri juga mengulas penerapan Genre Based Approach yang meliputi Building Knowledge of the Field (BKoF), Modelling of Text (MoT), Joint Construction of Text (JCoT), dan Independent Construction of Text (ICoT). Selain itu, guru diperkenalkan kembali pada pergeseran paradigma asesmen, yaitu Assessment for Learning (AfL), Assessment as Learning (AaL), dan Assessment of Learning (AoL).
Tidak hanya menerima materi, para peserta juga terlibat dalam kegiatan praktik. Peserta mengerjakan lembar kerja yang berkaitan dengan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), materi, dan asesmen untuk berbagai jenis teks. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, peserta juga mendapatkan penekanan bahwa asesmen awal perlu dilakukan untuk mengetahui kesiapan belajar siswa. Modifikasi pembelajaran dapat dilakukan melalui aspek konten, proses, produk, maupun lingkungan belajar.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan wawasan guru, tetapi dapat diterapkan dalam pembelajaran di madrasah. Guru diharapkan mampu menyusun asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang relevan serta mengembangkan perangkat pembelajaran berdiferensiasi sesuai tingkat kemampuan, minat, dan kebutuhan peserta didik.
Melalui forum MGMP, para guru juga memperoleh ruang untuk berbagi pengalaman dan praktik baik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan guru dalam memilih strategi, metode, media, dan aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih beragam, inovatif, adaptif, serta berpusat pada peserta didik.
Keikutsertaan guru Bahasa Inggris MTsN 4 Bantul dalam kegiatan MGMP ini menjadi salah satu bentuk komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru. Dengan kompetensi guru yang terus berkembang, diharapkan pembelajaran Bahasa Inggris di MTsN 4 Bantul semakin efektif, inklusif, bermakna, dan menyenangkan sehingga mampu mendukung peningkatan kompetensi dan hasil belajar peserta didik. (srw)